Penjelasan SuplemenTerakhir diperbarui Waktu baca 7 menit

Bisakah likopen membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari?

Jika dikonsumsi rutin, zat gizi dalam tomat mungkin membantu kulit sedikit lebih mampu menghadapi stres akibat UV. Artikel ini menjelaskan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan likopen terhadap paparan sinar matahari, perbedaan antara makanan dan suplemen, serta mengapa likopen sebaiknya dipakai bersama tabir surya, bukan menggantikannya.

Tomat, pasta tomat, minyak zaitun, dan tabir surya di atas meja dapur yang terang.

Jawaban Singkat

Makanan tomat kaya likopen dan beberapa suplemen turunan tomat mungkin sedikit mengurangi kemerahan akibat UV dan beberapa tanda molekuler stres kulit bila dikonsumsi secara konsisten selama sekitar 10 hingga 12 minggu. Bukti lebih kuat untuk pencegahan daripada untuk memperbaiki kulit setelah terbakar matahari. Likopen bukan tabir surya oral.

Kekuatan bukti
Sekilas
Sedang

Uji pada manusia dan tinjauan sistematis terbaru menunjukkan efek kecil pada kemerahan akibat UV pada uji eksperimen dan biomarker terkait penuaan akibat cahaya, tetapi studinya kecil dan beragam.

1. Apa itu likopen?

Likopen adalah karotenoid merah-oranye, yaitu pigmen tumbuhan yang memberi warna pada tomat, semangka, grapefruit merah muda, dan beberapa makanan lain. Dalam pola makan sehari-hari, tomat adalah sumber yang paling dikenal.

Karotenoid dapat menumpuk di kulit manusia. Namun, itu tidak menjadikannya perisai seperti cara kerja tabir surya. Peneliti menduga karotenoid justru membantu kulit menghadapi stres oksidatif — kerusakan kimiawi yang terjadi ketika sinar ultraviolet berinteraksi dengan sel kulit.

Tomat juga mengandung lebih dari sekadar likopen. Produk tomat olahan dapat menyediakan phytoene, phytofluene, beta-karoten, tokoferol, dan senyawa lain. Itu salah satu alasan mengapa studi sering menguji pasta tomat, ekstrak tomat, atau kompleks zat gizi tomat campuran, bukan hanya likopen terisolasi.

Pria sedang mengoleskan tabir surya di samping sarapan kaya tomat di balkon yang cerah.
Makanan kaya tomat mungkin membantu ketahanan kulit dalam hitungan minggu, tetapi tabir surya tetap memberikan perlindungan UV secara langsung.

2. Bagaimana likopen mungkin bekerja di kulit

Radiasi UV dapat memicu beberapa perubahan di kulit sekaligus. Radiasi ini dapat meningkatkan spesies oksigen reaktif, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak struktur sel. Radiasi ini juga dapat meningkatkan sinyal peradangan dan mengaktifkan enzim seperti MMP-1, yang membantu memecah kolagen.

Kolagen adalah salah satu protein yang memberi struktur pada kulit. Bila paparan UV berulang kali meningkatkan jalur pemecahan kolagen, hal ini ikut memicu pola yang terlihat dan sering disebut penuaan akibat cahaya: tekstur yang lebih kasar, pigmentasi tidak merata, garis halus, dan berkurangnya elastisitas.

Gagasan tentang likopen masuk akal secara biologis karena likopen di kulit manusia tampaknya terkuras selama paparan UV. Dalam satu studi mekanistik, satu kali paparan cahaya simulasi matahari menurunkan kadar likopen pada kulit yang terpapar lebih banyak daripada beta-karoten. Itu menunjukkan likopen mungkin menjadi bagian dari respons antioksidan kulit. Ini tidak membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen mencegah kerusakan, tetapi membantu menjelaskan mengapa peneliti tertarik pada fotoproteksi oral.

3. Apa kata buktinya

Sinyal paling jelas berasal dari studi yang meminta orang mengonsumsi pasta tomat, ekstrak tomat, likopen sintetis, atau kompleks zat gizi tomat selama beberapa minggu sebelum paparan UV terkontrol. Peneliti kemudian mengukur kemerahan, pigmentasi, atau penanda molekuler di kulit.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru menyimpulkan bahwa intervensi tomat dan likopen dapat mengurangi kemerahan akibat UV, yang sering diukur sebagai eritema akibat UV, dan dapat memperbaiki beberapa parameter terkait penuaan akibat cahaya. Tinjauan itu juga menemukan perubahan pada penanda seperti MMP-1 dan ICAM-1, yang keduanya terkait dengan stres dan peradangan yang dipicu UV.

Ada tiga hal yang membantu menafsirkan bukti ini tanpa melebih-lebihkannya:

Efek bertahap: Manfaat tampak setelah konsumsi selama berminggu-minggu, bukan setelah satu kali dosis.

Matriks pangan: Pasta tomat dengan minyak mungkin membantu penyerapan dan perubahan pada penanda kulit.

Hasil beragam: Kompleks tomat tampak menjanjikan, tetapi hasil studi kapsul tidak konsisten.

Penafsiran praktisnya sederhana: intervensi kaya likopen mungkin membuat kulit sedikit kurang reaktif terhadap stres UV terkontrol. Intervensi ini belum terbukti membuat berjemur menjadi aman, secara andal mencegah kulit terbakar matahari, membalikkan kerusakan akibat sinar matahari, atau menggantikan perlindungan topikal dari sinar matahari.

Lihat bagian Referensi untuk rincian studi.

4. Makanan, suplemen, dan waktu konsumsi

Makanan tomat olahan adalah pilihan awal yang masuk akal. Pasta tomat, saus tomat, dan sup tomat sering memberi likopen dalam bentuk yang lebih mudah diserap daripada tomat mentah atau beberapa jenis jus, terutama bila dimakan bersama lemak seperti minyak zaitun. Pengolahan dengan panas mengubah struktur likopen dan dapat membuatnya lebih mudah diserap tubuh.

Dosis dalam penelitian bervariasi, jadi belum ada asupan yang disepakati untuk fotoproteksi demi kesehatan kulit. Banyak studi positif menggunakan sekitar 10 hingga 16 mg likopen per hari, sering kali selama 10 hingga 12 minggu. Itu adalah pola penelitian, bukan target yang pasti.

Suplemen bisa praktis, tetapi label tidak selalu menjelaskan semuanya. Beberapa studi positif menggunakan formula kompleks zat gizi tomat tertentu yang mengandung likopen plus senyawa tomat lain. Itu berarti manfaatnya tidak bisa dipastikan berasal dari likopen saja. Artinya, kapsul likopen biasa mungkin tidak bekerja persis seperti ekstrak tomat campuran atau hidangan kaya tomat.

Jika Anda melihatnya sebagai dukungan nutrisi saat sering terpapar matahari, pikirkan dalam hitungan minggu, bukan jam. Bukti menunjukkan penumpukan yang lambat dan peningkatan ketahanan sebagai pencegahan, bukan solusi cepat sebelum ke pantai.

<0>5.</0> Keamanan

Makanan berbahan tomat aman bagi kebanyakan orang dan mudah dimasukkan ke dalam pola makan yang bervariasi. Refluks, intoleransi terhadap tomat, atau kepekaan terhadap makanan asam dapat membatasi asupan bagi sebagian orang.

Suplemen likopen biasanya ditoleransi dengan baik, tetapi asupan tinggi dari makanan atau suplemen dapat membuat kulit berwarna jingga, suatu kondisi tidak berbahaya yang disebut likopenodermia. EFSA juga telah menetapkan asupan harian yang dapat diterima sebesar 0,5 mg per kilogram berat badan per hari untuk likopen dalam konteks bahan tambahan pangan. Ini adalah patokan keamanan, bukan dosis yang dianjurkan untuk kulit.

Penting juga untuk mengingat bagaimana suplemen diatur. Di Amerika Serikat, suplemen makanan tidak mendapat persetujuan FDA untuk keamanan dan efektivitas sebelum dipasarkan. Mutu produk, dosis, dan kombinasi bahan dapat bervariasi.

Berhati-hatilah dengan suplemen jika Anda sedang hamil, menyusui, mengonsumsi obat, atau sedang menangani kondisi medis. Dan jika Anda mudah terbakar matahari, punya riwayat kanker kulit, atau melihat tahi lalat yang berubah, karotenoid dari makanan bukan solusi yang tepat untuk masalah itu — bicaralah dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi.

Intinya

Likopen dan zat gizi turunan tomat mungkin sedikit mengurangi kemerahan akibat UV dalam eksperimen dan beberapa penanda stres kulit setelah dikonsumsi teratur selama sekitar 10 hingga 12 minggu. Bukti terbaik mendukung dukungan gizi pencegahan sebelum paparan, bukan perbaikan kulit terbakar matahari sesudahnya. Anggap tomat dan ekstrak tomat sebagai tambahan nutrisi kecil — jangan pernah sebagai pengganti tabir surya.

Referensi

  1. Zhang et al. — Tinjauan sistematis tentang tomat, likopen, dan memburuknya kondisi kulit akibat UV
  2. Stahl et al. — Pasta tomat dalam pola makan dan eritema akibat UV
  3. Rizwan et al. — Uji pasta tomat pada fotokerusakan kulit
  4. Grether-Beck et al. — Suplementasi likopen atau lutein dan penanda respons terhadap UV
  5. Groten et al. — Uji fitonutrien tomat dan respons terhadap UV
  6. Aust et al. — Produk tomat, kadar karotenoid, dan eritema akibat UV
  7. Garmyn et al. — Likopen pada kulit setelah paparan radiasi ultraviolet
  8. Sokoloski et al. — Uji fotoproteksi kapsul likopen dan pasta tomat
  9. EFSA NDA Panel — Klaim tentang likopen dan kerusakan kulit yang dipicu UV
  10. EFSA ANS Panel — Penilaian keamanan likopen E160d
  11. FDA — FDA 101: Suplemen makanan
  12. Linus Pauling Institute — Ikhtisar karotenoid
  13. Richelle et al. — Bioavailabilitas likopen dari jus tomat, sup, dan tablet
  14. de Lacerda et al. — Tinjauan fotoproteksi oral

Penafian

Penafian: Kami berupaya sebaik mungkin untuk menemukan informasi yang relevan, akurat, dan paling mutakhir yang tersedia, baik di ranah publik maupun di komunitas riset klinis dan medis. Kami menyarankan untuk meninjau sumber ilmiah guna memperoleh informasi resmi tentang topik ini. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai nasihat medis. Kondisi kesehatan tiap orang berbeda-beda, dan kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.