Terakhir diperbarui

Suplemen Valerian untuk Tidur: Bukti, Dosis, dan Keamanan

Panduan praktis tentang bentuk akar valerian, keterbatasan riset, interaksi, dan perbedaan mutu.

Suasana tenang menjelang tidur dengan teh herbal dan botol suplemen akar valerian
Valerian populer untuk membantu tidur, tetapi riset menunjukkan hasil yang campur aduk dan perbedaan besar antara teh akar, tingtur, dan ekstrak terstandardisasi.

Ringkasan

Valerian adalah herba penenang tradisional yang terutama berasal dari akar dan rimpang Valeriana officinalis. Produk ini dipasarkan untuk membantu tidur, relaksasi, meredakan stres, dan ketegangan saraf ringan, tetapi sebaiknya dipandang sebagai suplemen botani, bukan nutrien seperti vitamin.

Bukti pada manusia masih campur aduk. Sejumlah uji melaporkan perbaikan tidur yang dirasakan, tetapi tinjauan bukti tingkat tinggi dan panduan kedokteran tidur tidak menunjukkan manfaat yang konsisten dan bermakna secara klinis untuk insomnia kronis. Bukti untuk gangguan kecemasan lebih tipis. Penggunaan jangka pendek pada orang dewasa umumnya dapat ditoleransi, tetapi interaksi yang menambah kantuk, ketidakpastian pada kehamilan dan menyusui, laporan langka cedera hati, serta perbedaan mutu produk adalah peringatan penting.

Dasar bukti ilmiah: Sedang Awal

Fakta Singkat

Apa kegunaannya?

Valerian terutama digunakan untuk membantu tidur, relaksasi, dan ketegangan saraf ringan, tetapi bukti untuk insomnia kronis masih campur aduk dan tidak kuat.

Bentuk suplemen

Valerian dijual dalam bentuk kapsul, tablet, teh, bubuk, tingtur, ekstrak cair, dan ekstrak kering; bentuk-bentuk ini tidak otomatis setara.

Interaksi

Valerian dapat menambah rasa kantuk akibat alkohol, obat penenang, dan produk lain yang menenangkan atau membantu tidur.

Efek samping

Efek yang dilaporkan meliputi sakit kepala, sakit perut, mimpi terasa nyata, pikiran terasa tumpul, mudah teragitasi, gelisah, mual, dan kram perut.

Kemungkinan manfaat lain

Valerian dipasarkan untuk stres dan kecemasan, tetapi belum ada cukup bukti yang baik untuk memastikan manfaat yang jelas pada gangguan kecemasan.

Status regulasi

Di AS, valerian termasuk suplemen makanan botani; di Eropa, sebagian produk akar valerian tergolong obat herbal melalui jalur terpisah.

Yang Sudah Kita Ketahui

Identitas botani. Valerian sudah cukup mapan dipahami sebagai suplemen botani yang terutama berbasis sediaan akar Valeriana officinalis, sering kali juga mencakup rimpangnya. Komposisi kimianya kompleks, dan efek relaksasi yang dibahas dalam literatur kemungkinan tidak berasal dari satu bahan aktif yang sudah dipastikan. Asam valerenat dan senyawa terkait sering digunakan sebagai penanda mutu, tetapi NIH mencatat bahwa belum ada kesepakatan ilmiah tentang mekanisme kerja yang tepat, dan efek keseluruhannya mungkin mencerminkan kerja bersama beberapa komponen. NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder; NIH ODS — Valerian Fact Sheet.

Gambaran klinis. Bukti klinis terkuat berkaitan dengan tidur, dan bahkan di sini pun hasilnya campur aduk. Beberapa uji kecil melaporkan perbaikan yang dirasakan pada kualitas tidur atau gejala insomnia, tetapi ringkasan bukti yang lebih besar dan panduan klinis tidak menunjukkan manfaat yang konsisten dan bermakna secara klinis untuk insomnia kronis. Bukti untuk gangguan kecemasan bahkan lebih lemah, dan Cochrane menyimpulkan bahwa buktinya belum mencukupi. Ringkasan berbasis bukti yang paling akurat adalah bahwa valerian kemungkinan memang aktif sebagai herba penenang, tampak cukup aman untuk penggunaan jangka pendek pada orang dewasa, tetapi bukti untuk hasil yang paling sering dicari konsumen masih terbatas hingga tidak konsisten. Variabilitas produk kemungkinan menjadi salah satu alasan hasilnya tidak konsisten. AASM — Insomnia Pharmacological Treatment Guideline; PubMed — Valente 2024 Umbrella Review; Cochrane — Valerian for Anxiety Disorders.

Ringkasan Riset Ilmiah yang Relevan

Klasifikasi suplemen di AS — FDA

FDA menjelaskan bahwa bahan suplemen makanan dapat mencakup herba dan bahan botani lain, serta suplemen boleh dijual dalam bentuk pil, kapsul, tablet, cairan, bubuk, dan produk mirip teh bila diberi label sebagai suplemen makanan. Untuk valerian, hal ini mendukung penggolongannya sebagai suplemen botani, bukan nutrien seperti vitamin atau mineral. FDA — Dietary Supplement Questions and Answers.

Perbedaan antarsediaan botani — NIH Office of Dietary Supplements

Latar belakang botani NIH menjelaskan teh, seduhan, dekokta, tingtur, dan ekstrak, serta mencatat bahwa ekstrak dapat dikeringkan menjadi kapsul atau tablet. Dokumen itu juga menyatakan bahwa sediaan yang berbeda bisa memiliki kekuatan dan konsentrasi komponen yang berbeda, dan bahwa "standardisasi" tidak didefinisikan secara hukum di AS. NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder.

Gambaran umum bukti valerian — NCCIH and NIH ODS

NCCIH dan NIH ODS menggambarkan valerian sebagai herba yang terutama digunakan untuk keperluan terkait tidur, biasanya dari akar dan rimpang. Mereka menyimpulkan bahwa bukti untuk insomnia belum konklusif dan bahwa buktinya belum mencukupi untuk kecemasan, stres, depresi, PMS, dan kondisi lain. NCCIH — Valerian; NIH ODS — Valerian Fact Sheet.

Monograf herbal Eropa — European Medicines Agency

Monograf herbal EMA mengakui sediaan akar valerian tertentu untuk meredakan ketegangan saraf ringan dan gangguan tidur dalam konteks produk obat herbal. Dokumen itu menekankan bahwa efeknya dapat muncul bertahap selama 2–4 minggu dan mencantumkan dosis dewasa serta peringatan keamanan yang spesifik menurut sediaan. EMA — Valeriana officinalis Root Monograph.

Rekomendasi pedoman untuk insomnia — American Academy of Sleep Medicine

Pedoman AASM 2017 memberikan rekomendasi lemah terhadap penggunaan valerian untuk insomnia pada orang dewasa, baik kesulitan memulai tidur maupun mempertahankan tidur. Tinjauan buktinya menemukan perbaikan yang kecil atau marginal, kualitas bukti rendah hingga sangat rendah untuk sebagian besar luaran, dan tidak ada manfaat yang jelas serta bermakna secara klinis dalam penanganan insomnia kronis. AASM — Insomnia Pharmacological Treatment Guideline.

Umbrella review tentang insomnia — Valente et al., 2024

Sintesis bukti tingkat tinggi ini menyimpulkan bahwa, meski penggunaannya luas dan profil keamanannya umumnya baik, bukti keseluruhan tidak menunjukkan efektivitas untuk insomnia. Tinjauan ini menyoroti kelemahan kumulatif seperti studi kecil, sediaan yang beragam, luaran yang tidak konsisten, serta temuan subjektif dan objektif yang saling bertentangan. PubMed — Valente 2024 Umbrella Review.

Meta-analisis uji acak — Fernandez-San-Martin et al., 2010

Meta-analisis ini menelaah 18 uji acak terkontrol dengan 1.317 peserta. Hasilnya tidak menemukan perbaikan bermakna pada latensi tidur atau skor kualitas tidur pada skala analog visual dibanding plasebo, meski beberapa luaran dikotomis kualitas tidur yang dilaporkan sendiri lebih menguntungkan valerian; heterogenitas produk yang besar membatasi penafsirannya. NCBI Bookshelf — DARE Valerian Meta-analysis Appraisal.

Bukti untuk gangguan kecemasan — Cochrane

Tinjauan Cochrane hanya menemukan satu studi kecil dan menyimpulkan bahwa belum ada cukup bukti untuk menentukan efektivitas atau keamanan valerian dibanding plasebo atau diazepam pada gangguan kecemasan. Ini bertolak belakang dengan pemasaran konsumen yang luas untuk ketenangan, stres, dan kecemasan. Cochrane — Valerian for Anxiety Disorders.

Mutu produk dan standardisasi — Bent, Houghton, Alzweiri and Raal

Studi mutu menunjukkan bahwa produk valerian bisa sangat berbeda satu sama lain. Bent dkk. mencatat bahwa hanya sedikit uji yang dengan jelas menyebutkan standardisasi terhadap asam valerenat, sedangkan Houghton menemukan rentang kadar asam valerenat dan turunannya yang sangat luas pada teh, kapsul, tablet, dan cairan komersial; studi analitis lain juga menyoroti penanda mutu dan variabilitas kimia pada bahan baku. PMC — Valerian Systematic Review and Meta-analysis; PubMed — Houghton Commercial Valerian Preparations; PubMed — Valerian Quality Attributes Study; PubMed — Wild Valeriana officinalis Chemical Variability.

Keyakinan, Mitos & Klaim yang Belum Terbukti

Valerian adalah nutrien untuk tidur

Valerian bukan nutrien seperti vitamin atau mineral. Secara regulasi dan praktik, valerian lebih tepat digolongkan sebagai herba atau suplemen botani. Ini penting karena konsumen dapat mengira sebuah kapsul memiliki dosis aktif yang jelas, padahal produk valerian bisa berbeda menurut bagian tanaman, metode ekstraksi, dan profil kimianya. FDA — Dietary Supplement Questions and Answers; NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder.

Valerian terbukti untuk insomnia dan kecemasan

Pernyataan ini melebih-lebihkan bukti. Sebagian pengguna dan uji yang lebih kecil melaporkan manfaat yang dirasakan, terutama pada kualitas tidur, tetapi tinjauan bukti tingkat tinggi dan American Academy of Sleep Medicine tidak mendukung valerian sebagai terapi yang efektif untuk insomnia kronis pada orang dewasa. Untuk gangguan kecemasan, buktinya sebagian besar belum mencukupi. Penggunaan tradisional untuk ketenangan atau ketegangan saraf ringan tidak boleh disajikan sebagai bukti klinis yang kuat untuk insomnia atau gangguan kecemasan yang sudah terdiagnosis. PubMed — Valente 2024 Umbrella Review; AASM — Insomnia Pharmacological Treatment Guideline; Cochrane — Valerian for Anxiety Disorders; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph.

Semua bentuk valerian bisa saling menggantikan

Teh, bubuk, tingtur, kapsul, dan ekstrak tidak boleh dianggap otomatis setara. NIH mencatat bahwa sediaan yang berbeda memiliki kekuatan yang berbeda dan bahwa standardisasi tidak didefinisikan secara hukum di AS. Standar asam valerenat mungkin meningkatkan konsistensi antar-batch, tetapi dengan sendirinya tidak membuktikan hasil tidur yang lebih baik. "Alami" juga tidak berarti tanpa risiko, karena interaksi yang menambah sedasi, gangguan kemampuan mengemudi, keamanan kehamilan yang belum pasti, dan laporan langka cedera hati merupakan kekhawatiran yang terdokumentasi. NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder; PMC — Valerian Systematic Review and Meta-analysis; NCBI Bookshelf — LiverTox Valerian.


Akar valerian, kapsul, teh, dan tingtur yang menunjukkan berbagai bentuk suplemen
Bentuk sediaan penting pada valerian: teh, bubuk, tingtur, dan ekstrak kering dapat berbeda dalam profil komponen, dosis, dan keterkaitannya dengan studi yang dipublikasikan.

Catatan Riset Terperinci

Latar tradisional dan identitas

Valerian punya sejarah panjang sebagai herba yang dikaitkan dengan ketenangan dan tidur, dan produk modern pun masih terutama mengandalkan bagian bawah tanah tanaman, khususnya akar dan rimpang. Penggunaan historis itu membantu menjelaskan mengapa valerian tetap umum dalam formula untuk tidur dan relaksasi, tetapi penggunaan lama tidak sama dengan bukti yang kuat. Basis bukti yang paling dikenal berpusat pada valerian umum, yaitu Valeriana officinalis. Tinjauan atas famili Valerianaceae juga menunjukkan bahwa spesies valerian lain memiliki profil fitokimia dan penggunaan tradisional yang berbeda, sehingga produk berlabel "valerian" tidak boleh otomatis dianggap setara. NCCIH — Valerian; EMA — Valerianae radix; PMC — Valerianaceae Family Review.

Suplemen herbal, bukan nutrien

Dari sudut pandang regulasi, valerian lebih cocok masuk kategori herbal atau botani daripada kategori nutrien. Panduan FDA menyatakan bahwa bahan suplemen makanan dapat mencakup herba dan botani lain, dan produk semacam itu boleh dijual sebagai tablet, kapsul, bubuk, cairan, atau produk mirip teh bila diberi label sebagai suplemen. Artinya, valerian bukan nutrien seperti magnesium, zat besi, atau vitamin D. Di Eropa, valerian juga dapat muncul dalam kerangka produk obat herbal, tetapi itu tidak menjadikannya nutrien esensial atau bahan suplemen makanan yang otomatis disetujui dengan klaim kesehatan yang diizinkan. FDA — Dietary Supplement Questions and Answers; EMA — Valerianae radix.

Bagian tanaman dan senyawa

Literatur secara konsisten menyoroti bahan akar valerian, sering kali termasuk rimpang, bukan daun atau bunga. NIH mencatat bahwa efek relaksasi valerian mungkin berasal dari banyak komponen, bukan dari satu senyawa aktif yang sudah pasti. Asam valerenat dan seskuiterpena terkait sering dibahas dan kerap dipakai sebagai penanda standardisasi, tetapi belum ada kesepakatan ilmiah bahwa satu komponen, satu persentase, atau satu profil ekstrak adalah bentuk yang paling optimal secara klinis. Karena itu, angka miligram di bagian depan label saja bisa menyesatkan konsumen saat membandingkan produk. NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder; NIH ODS — Valerian Fact Sheet; PMC — Valerianaceae Family Review.

Bukti pada manusia terkait tidur masih campur aduk

Tidur adalah penggunaan modern utamanya, tetapi catatan uji klinisnya tidak konsisten. Lembar fakta NIH untuk tenaga kesehatan merangkum uji acak yang positif maupun negatif: ekstrak air 400 mg memperbaiki beberapa ukuran tidur subjektif pada sukarelawan, dan uji 28 hari yang menggunakan 600 mg ekstrak akar kering terstandardisasi memperbaiki beberapa penilaian gejala insomnia. Namun, studi crossover terkontrol plasebo lain yang memakai 600 mg valerian terstandardisasi tidak menemukan efek pada 14 dari 15 luaran objektif dan subjektif. Pola ini menunjukkan bahwa bahkan produk yang dikarakterisasi dengan cukup baik pun tidak menghasilkan hasil yang konsisten. NIH ODS — Valerian Fact Sheet.

Luaran tidur subjektif dibanding objektif

Meta-analisis 2010 atas 18 uji acak tidak menemukan perbaikan bermakna pada latensi tidur atau skor kualitas tidur pada skala analog visual dibanding plasebo, meski beberapa hasil sederhana kualitas tidur yang dilaporkan sendiri lebih menguntungkan valerian. Perbedaan ini penting: sebagian orang mungkin merasa tidurnya lebih baik dengan valerian, tetapi bukti yang lebih kuantitatif belum secara andal menunjukkan manfaat yang kuat. Umbrella review 2024 melangkah lebih jauh dengan menyimpulkan bahwa, meski profil keamanannya baik, tidak ada bukti efektivitas untuk insomnia secara keseluruhan. Karena itu, pesan yang hati-hati bagi konsumen adalah "mungkin membantu sebagian orang secara subjektif", bukan "bantuan tidur yang sudah terbukti". NCBI Bookshelf — DARE Valerian Meta-analysis Appraisal; PubMed — Valente 2024 Umbrella Review.

Interpretasi tingkat pedoman

Pedoman klinis penting karena menimbang mutu bukti, bukan hanya uji positif yang berdiri sendiri. Pedoman American Academy of Sleep Medicine 2017 memberikan rekomendasi lemah yang tidak mendukung valerian untuk insomnia pada orang dewasa, baik kesulitan memulai tidur maupun mempertahankan tidur, berdasarkan bukti berkualitas rendah dan tidak adanya manfaat yang bermakna secara klinis. Sebuah tinjauan tahun 2020 yang lebih mendukung berpendapat bahwa valerian mungkin aman dan efektif serta mengusulkan bahwa mutu sediaan dapat menjelaskan hasil yang saling bertentangan, tetapi tinjauan itu menggabungkan populasi, formulasi, dan luaran yang heterogen. Sederhananya, sejumlah ulasan berbeda pendapat karena studi dasarnya memang tidak konsisten, sementara interpretasi yang lebih kuat pada tingkat pedoman tetap skeptis. AASM — Insomnia Pharmacological Treatment Guideline; SAGE Journals — 2020 Valerian Review; PubMed — Valente 2024 Umbrella Review.

Klaim tentang kecemasan, stres, dan relaksasi

Valerian sering dipasarkan untuk ketenangan, stres, relaksasi, dan kecemasan, tetapi bukti pada manusia untuk gangguan kecemasan jelas lebih lemah daripada literatur tentang tidur. Cochrane hanya menemukan satu studi kecil dan menyimpulkan bahwa buktinya belum mencukupi untuk menentukan efektivitas atau keamanan pada gangguan kecemasan. NCCIH juga menyatakan bahwa belum ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang kecemasan, stres, depresi, PMS, atau kondisi lain. Ini tidak membuktikan bahwa valerian sama sekali tidak punya efek relaksasi, tetapi artinya klaim antikecemasan yang luas belum didukung dengan baik oleh bukti klinis saat ini. Cochrane — Valerian for Anxiety Disorders; NCCIH — Valerian.

Bentuk, ekstrak, dan konsistensi

Konsumen menjumpai valerian dalam bentuk teh, akar bubuk, kapsul, tablet, tingtur, ekstrak cair, dan ekstrak kering. Bentuk-bentuk ini tidak bisa saling menggantikan miligram demi miligram. Air, alkohol, dan pelarut campuran dapat mengekstrak pola komponen yang berbeda, dan teh atau bubuk sederhana mungkin tidak memberikan profil yang sama dengan ekstrak kering yang dikonsentrasikan pada rasio tertentu. Monograf EMA mencantumkan dosis dewasa yang berbeda menurut sediaannya, sedangkan latar belakang botani NIH menyatakan bahwa sediaan yang berbeda memiliki kekuatan yang berbeda. Dalam praktiknya, riset pada manusia dengan karakterisasi produk yang lebih baik cenderung melibatkan ekstrak akar, bukan sekadar konsumsi teh biasa. NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph.

Standardisasi membantu, tetapi ada batasnya

Standardisasi dapat meningkatkan keterulangan hasil, tetapi tidak boleh dilebih-lebihkan. Bent dkk. mencatat bahwa hanya 2 dari 16 studi dalam tinjauan mereka yang menyebutkan standardisasi terhadap persentase asam valerenat, dan kandungan asam valerenat yang optimal masih belum diketahui. Houghton menganalisis 31 sediaan komersial dan menemukan rentang kadar asam valerenat serta turunannya yang sangat luas pada teh, kapsul, tablet, dan cairan. Produk terstandardisasi lebih mencerminkan akar valerian yang ditambahkan dibanding produk yang tidak terstandardisasi, tetapi tidak satu pun dari kedua studi itu membuktikan bahwa angka asam valerenat yang lebih tinggi otomatis berarti kinerja klinis yang lebih baik. PMC — Valerian Systematic Review and Meta-analysis; PubMed — Houghton Commercial Valerian Preparations.

Spesies, asal, dan variasi bahan baku

Perbedaan sumber memang penting, tetapi bukan sesederhana "negara A lebih baik daripada negara B". Riset analitis pada V. officinalis liar menemukan variabilitas perkembangan dan kimia yang besar tanpa hubungan sederhana dengan wilayah asal. Studi lain menunjukkan bahwa atribut mutu seperti acetoxy-valerenic acid dan kadar total minyak atsiri relevan untuk bahan bermutu farmasi. Di luar V. officinalis, spesies seperti V. jatamansi dapat berbeda menurut genotipe dan lingkungan, sehingga menegaskan bahwa produk daring di pasar global dapat berbeda secara kimia meski dipasarkan dengan nama umum valerian. Karena itu, pelabelan rinci tentang spesies, bagian tanaman, jenis ekstrak, dan mutu batch lebih bermakna daripada sekadar pemasaran negara asal. PubMed — Valerian Quality Attributes Study; PubMed — Wild Valeriana officinalis Chemical Variability; PubMed — Valeriana jatamansi Genotype and Environment Study; PMC — Valerianaceae Family Review.

Efek samping dan kesenjangan bukti

Penggunaan jangka pendek tampaknya umumnya dapat ditoleransi pada kebanyakan orang dewasa, tetapi valerian bukan tanpa risiko. Sakit kepala, sakit perut, pikiran terasa tumpul, mimpi terasa nyata, mudah teragitasi, dan gejala saluran cerna telah dilaporkan, dan kasus langka cedera hati yang nyata secara klinis juga dikaitkan dengan valerian, kadang pada produk multiherba. Monograf EMA juga memperingatkan bahwa valerian dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin, dan tidak merekomendasikan penggunaannya pada anak di bawah 12 tahun maupun selama kehamilan dan menyusui. Perbandingan langsung antar bentuk yang umum dipakai konsumen masih terbatas, keamanan jangka panjang belum mapan, dan di pasar suplemen AS tidak ada makna yang ditetapkan secara hukum untuk "terstandardisasi". NCCIH — Valerian; NCBI Bookshelf — LiverTox Valerian; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph; NIH ODS — Botanical Dietary Supplements Backgrounder.

Status Regulasi (Uni Eropa dan AS)

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, valerian diatur sebagai bahan suplemen makanan botani, bukan sebagai nutrien atau obat insomnia yang disetujui FDA. Panduan FDA menyatakan bahwa bahan suplemen makanan dapat mencakup herba dan botani, dan suplemen dapat dijual dalam bentuk pil, kapsul, tablet, bubuk, cairan, dan produk mirip teh. Ini memungkinkan pemasaran umum sebagai suplemen menurut hukum AS, tetapi tidak berarti valerian disetujui untuk mendiagnosis, mengobati, atau menyembuhkan insomnia. FDA — Dietary Supplement Questions and Answers.

Uni Eropa

Di Eropa, valerian berada di ranah yang saling tumpang tindih tetapi berbeda. Monograf herbal dan halaman produk EMA berkaitan dengan produk obat herbal yang memenuhi persyaratan mutu farmasi, dan EMA mencatat bahwa pangan, suplemen makanan, kosmetik, dan alat kesehatan tidak mengikuti kriteria yang sama. Untuk suplemen makanan di Uni Eropa, klaim kesehatan botani tetap kompleks: klaim vitamin dan mineral lebih lugas, sementara banyak klaim fungsi botani masih berada dalam pertimbangan terpisah yang terus berjalan. EMA — Valerianae radix; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph; European Commission — Health Claims; European Commission — EU Register of Health Claims.

Dosis dan Standardisasi

Kisaran dosis dewasa yang paling konsisten dalam ringkasan dari berbagai lembaga adalah sekitar 300–600 mg per hari untuk penggunaan jangka pendek, terutama ekstrak akar yang digunakan menjelang tidur. NCCIH menyatakan bahwa valerian umum digunakan pada 300–600 mg per hari hingga 6 minggu, dan ODS mengutip uji yang memakai ekstrak air 400 mg serta ekstrak akar kering terstandardisasi 600 mg. EMA memberikan dosis dewasa yang spesifik menurut sediaan, termasuk 400–600 mg untuk ekstrak kering tertentu dan sekitar 0,3–3 g akar valerian yang dicacah sebagai seduhan dalam 150 mL air mendidih. Manfaatnya mungkin memerlukan 2–4 minggu, dan belum ada batas asupan atas yang berlaku universal. NCCIH — Valerian; NIH ODS — Valerian Fact Sheet; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph.

Keamanan dan Interaksi

Penggunaan valerian jangka pendek tampaknya umumnya dapat ditoleransi dengan baik pada kebanyakan orang dewasa. Efek samping yang dilaporkan meliputi sakit kepala, sakit perut, pikiran terasa tumpul, mudah teragitasi, gelisah, mimpi terasa nyata, dan gejala saluran cerna seperti mual atau kram perut. Bahaya yang lebih serius tampaknya jarang, tetapi LiverTox melaporkan kasus langka cedera hati yang nyata secara klinis yang dikaitkan dengan valerian, kadang pada produk multiherba. NCCIH — Valerian; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph; NCBI Bookshelf — LiverTox Valerian.

Kekhawatiran interaksi utamanya adalah penambahan efek kantuk bila dipakai bersama alkohol, obat penenang, dan produk lain yang membantu tidur atau menenangkan. EMA juga memperingatkan bahwa valerian dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin. Keamanan jangka panjang belum diketahui, keamanan pada kehamilan dan menyusui belum ditetapkan, dan EMA tidak merekomendasikan valerian pada anak di bawah 12 tahun. Gejala langka yang mirip putus obat setelah penghentian mendadak usai penggunaan kronis juga pernah dilaporkan. NCCIH — Valerian; EMA — Valeriana officinalis Root Monograph; NCBI Bookshelf — LiverTox Valerian.

Kesimpulan

Valerian paling tepat dipahami sebagai suplemen herbal tradisional yang terutama berbasis sediaan akar Valeriana officinalis, bukan sebagai nutrien. Penggunaan utamanya oleh konsumen adalah untuk membantu tidur, relaksasi, dan meredakan stres, tetapi bukti pada manusia saat ini tidak mendukung klaim kuat untuk insomnia kronis, dan bukti untuk gangguan kecemasan belum mencukupi.

Inti praktisnya, bentuk dan sumber produk itu penting. Teh, bubuk, tingtur, kapsul, dan ekstrak kering bukanlah hal yang sama, dan perbedaan spesies, bagian tanaman, metode ekstraksi, serta standardisasi kemungkinan berkontribusi pada hasil yang tidak konsisten. Penggunaan jangka pendek tampaknya cukup dapat ditoleransi bagi banyak orang dewasa, tetapi interaksi dengan alkohol atau obat penenang, rasa kantuk keesokan hari, ketidakpastian penggunaan saat hamil dan menyusui, serta laporan langka cedera hati berarti kehati-hatian tetap diperlukan.

Penafian

Penafian: Kami berupaya sebaik mungkin untuk menemukan informasi yang relevan, akurat, dan paling mutakhir yang tersedia, baik di domain publik maupun di komunitas riset klinis dan medis. Kami menyarankan untuk meninjau sumber ilmiah guna memperoleh informasi resmi tentang topik ini. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai nasihat medis. Kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda, dan kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.